Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di ruang kerjanya usai shalat jumat di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
"Mereka menemukan teknologi dari luar untuk pengembangan pabrik, jadi mereka cari pinjaman supaya bisa kasih dana buat bangun pabrik. Kalau pabriknya sudah jadi kan tinggal dibayar belakangan," katanya.
Ia mengatakan, jika Krakatau Steel sudah mendapat kucuran dana dari luar negeri tersebut maka dalam jangka waktu 3-4 tahun pabrik barunya sudah bisa beroperasi. Sehingga selain memiliki teknologi baru juga kapasitas pabriknya meningkat hingga 5 juta ton per tahun.
"Tapi kan sekarang pinjaman ini masih diomongin. Saya juga belum dapat laporan lagi, nilainya enggak tahu berapa," ujarnya.
Opsi pinjaman tersebut dipilih karena menurutnya saat ini sulit sekali untuk mencari suntikan dana lewat pasar modal mengingat kondisi pasar yang tidak kondusif.
Ia juga mengatakan, opsi pencarian pinjaman ini tidak hanya berlaku untuk Krakatau Steel, namun juga ke beberapa BUMN yang masih menunda rencana masuk lantai bursa saham. (ang/ddn)










































