Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di gedung Departemen Perdagangan (Depdag), Jakarta, Jumat (28/11/2008).
"Untuk kerjasama dengan Brasil telah ditandatangani kesepakatan, strategic partnership akan dibentuk," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerjasama kedua adalah masalah kerjasama perdagangan termasuk dikaitkan dengan rencana Indonesia mengimpor daging sapi dari Brasil, yang selama ini banyak mengalami pro kontra karena isu penyakit sapi gila.
"Isu impor daging akan dibahas dalam kerangka lebih luas dalam bentuk kerjasama bilateral, itu PR bagi kita, dalam komisi bersama bidang ekonomi. Kita belum ada targetnya, akan segera dibentuk kita segera bertemu," ujarnya.
Nilai perdagangan Indonesia-Brasil untuk ekspor impor pada tahun 2008 ini ditargetkan mencapai US$ 2 miliar, hingga bulan Oktober saja mencapai US$ 1,7 miliar. "Ada keinginan kedua pihak untuk meningkatkan perdagangan," serunya.
Kurangi Tuduhan Dumping
Mari mengatakan yang menjadi masalah sekarang ini banyak produsen di Indonesia yang terkena tuduhan dumping oleh Brasil termasuk produk tekstil yang justru menjadi andalan ekspor Indonesia ke Brasil. Pihaknya telah mencoba mencari jalan keluar dengan menekan tuduhan tersebut agar ekspor tetap terjaga.
"Untuk dumping di tingkat perwakilan perdagangan kita di sana sudah bekerja keras membantu dan memfasilitasi dalam membantu mengisi formulir investigasi yang berbahasa Portugis," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerjasama ini akan berhasil dan menguntungkan kedua belah pihak, apalagi penetrasi investasi Indonesia ke Brasil cukup lumayan. Diantaranya pabrik rokok kretek super dan rencana ekspansi Indorama ke Brasil.
(hen/ddn)
