Demikian disampaikan VP Communication Pertamina Anang Rizkani Noor ketika dihubungi detikFinance, Minggu (30/11/2008).
"Dengan perkiraan ada kenaikan kebutuhan, Pertamina sudah siap dengan stok kami yang cukup," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan permintaan Premium ini juga diamini oleh Ketua Himpunan Pengusaha Swasta (Hiswana) Migas M. Nur Adib. Menurutnya, masyarakat cenderung mengalihkan pembelian BBM hari ini ke besok karena menunggu harga turun.
"Polanya, mereka mengerem pembelian hari ini. Nungguin harga turun besok," katanya.
Pertamax Naik
Nur Adib menambahkan, semenjak harga BBM keekonomian seperti Pertamax dan Pertamax Plus terus menurun, penjualannya melonjak hingga 2-3 kali lipat. Namun kenaikan omset ini bukan berarti membawa keuntungan yang signifikan bagi SPBU.
"Kita sebenarnya ada rugi juga, karena waktu kita beli harganya masih Rp 10.000 per liter. Karena waktu itu tidak laku, jadi terjualnya sedikit-sedikit. Nah, sekarang ketika harganya turun, baru stok lama kita itu terjual, padahal harganya lebih rendah dari kita beli dulu," katanya.
Penjualan Pertamax mulai meningkat karena disparitas harga dengan Premium semakin kecil. Namun dengan penurunan harga Premium mulai besok, maka disparitas harga kembali melebar, dan penjualan Pertamax pun diperkirakan kembali turun.
(lih/rdf)











































