Seperti yang terjadi di salah satu pusat penjualan alat elektronik di Harco Glodok, Jakarta. Hampir semua harga produk elektronik mengalami kenaikan harga.
Menurut salah satu pedagang di pusat perbelanjaan tersebut, kenaikan barang elektronik sudah mulai naik sejak pertengahan bulan November 2008. Tak lama setelah nilai tukar dolarΒ Amerika terhadap rupiah menguat hingga menembus Rp 12.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, dampaknya mungkin baru akan terasa di akhir tahun 2008. "Sampai sekarang sih masih biasa saja walau harga naik," ungkapnya.
Mau tidak mau, ia harus menaikan harga produk elektronik di tokonya karena memang dari distributornya sendiri sudah naik harganya. Tapi sayang, ia enggan menyebutkan berapa
persen kenaikan yang dipatok oleh si distributor.
Menurutnya, dampak dari kenaikan harga tersebut masih belum terasa karena kenaikan harga baru saja terjadi. Ini bisa dibuktikan dengan jumlah pengunjung tokonya, yang menurutnya yang tidak berkurang.
Ia mengaku, pada hari kerja, jumlah pengunjung yang melakukan transaksi di tokonya bisa mencapai puluhan orang. Berbeda dengan akhir pekan, jumlahnya bisa mencapai ratusan. Seperti terlihat hari ini, banyak pengunjung yang memadati area tokonya.
Ia sendiri tidak mentargetkan penjualan produknya per bulan maupun per tahun. Namun ia mengaku tingkat penjualannya hingga hari ini masih tinggi.
Beberapa barang elektronik yang ditawarkan di tokonya sangat bervariasi, mulai dari barang elektronik kecil seperti kamera digital hingga televisi dan mesin cuci.
Ia mencontohkan, harga pesawat televisi lokal yang lokasi pabrik perakitannya di Tangerang, harganya sudah naik menjadi sekitar Rp 475.000. Sedangkan harga sebelumnya hanya Rp 415.000.
Namun Ia mengatakan, untuk televisi LCD dengan harga rata-rata di atas Rp 5 juta justru tidak mengalami kenaikan. "Dari distributornya naik, tapi kalau dinaikan juga dari kita jadi kemahalan. Nanti enggak ada yang mau beli," jelasnya.
Ia menambahkan, pengisian stok barang di tokonya per bulan jumlahnya tidak selalu sama. "Tergantung permintaan saja, kalau sudah kosong tapi banyak yang nyari ya kita isi lagi," imbuhnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Anton, penjaga toko elektronik Sumber Makmur di Glodok, Jakarta. Hampir semua barang elektronik yang ditawarkan di tokonya sudah mengalami
kenaikan harga. "Pasti naik, kan dolar makin mahal. Tapi naiknya enggak terlalu banyak," katanya.
Ia pun sepakat dengan Heni, kenaikan harga tersebut baru akan terasa di akhir tahun 2008 hingga awal tahun 2009 nanti. "Sekarang kan baru naik, efeknya enggak kerasa langsung," tandasnya.
Sementara itu, Burhani, salah satu calon pembeli di tempat tersebut mengatakan, kenaikan harga yang terjadi pada hampir semua barang elektronik tidak meluluhkan niatnya
untuk membeli pesawat televisi.
"Kenaikannya enggak besar kok, justru kalau enggak beli sekarang nanti harganya makin naik lagi," pungkasnya.
Warga kebayoran lama yang sehari-hari berprofesi sebagai supir tersebut mengaku tidak keberatan dengan naiknya harga produk-produk elektronik tersebut. "Cuma beda dikit, tapi
masih wajar kok harganya," ungkapnya.
(ang/lih)











































