"Tapi year on year tetap naik 4,92%, kalau kemarin bulan September ekspor mulai melambat sekarang mulai menurun," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Soetomo, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Sementara sepanjang periode Januari-Oktober 2008 kinerja ekspor masih sebesar US$ 118,43 miliar atau naik 26,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusman menjelaskan selama Oktober terjadi penurunan harga dan volume batubara. Komoditas lain yang ikut turun adalah coklat, kopra, CPO, karet, tembaga yang dalam 1 bulan turun 51%, timah, kedelai, beras, daging.
"Jadi hampir nggak ada cerita kenaikan semua menurun, semua resources base itu menurun rata-rata 10-20%," jelas Rusman.
Demikian pula untuk permintaan ekspor di bulan Oktober juga terjadi penurunan volume. Penurunan tertajam adalah permintaan ekspor dari China dan kedua AS. Sedangkan Jepang masih stabil. "Tapi kita nggak tahu November dan Desember apakah akan terus begini untuk Jepang karena akan berat untuk mempertahankan ekspor," katanya.
Rusman menilai untuk pasar eskpor ASEAN dan Eropa masih stabil. "Tapi kita tidak tahu ke depannya seperti apa. Jadi memang tugas kita sekarang adalah bagaimana mempertahankan ekspor ini," ujarnya.
Impor
Sementara nilai impor bulan Oktober mencapai US$ 10,61 miliar atau turun 5,3% dari September. Dalam 10 bulan di 2008 nilai impor mencapai US$ 112,17 miliar. Sehingga jika dibandingkan nilai eskpor 10 bulan yang sebesar US$ 118,43 miliar masih ada surplus US$ 6,26 miliar.
"Tapi kalau untuk ekspor saja di bulan Oktober US$ 10,81 miliar dan impor US$ 10,61 miliar jadi nyaris sama, kalau pun surplus kecil sekali cuma US$ 200 juta," katanya.
Rusman khawatir jika nilai impor dan ekspor di bulan November dan Desember sama atau justru ekspor yang menurun maka akan terjadi defisit. "Jadi hati-hati dengan impor ini. Kalau ekspor saja kita sudah sudah seperti sekarang dan impor kita tetap royal maka kita bisa defisit," katanya.
Impor dari China di bulan Oktober turun, Jepang tetap naik, AS turun, Singapura turun, dan Australia stabil.
(ir/qom)











































