Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/12/2008).
"Selisih harga BBM non subsidi dan bersubsidi relatif semakin kecil menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia. Otomatis potensi penyalahgunaan pun menurun," jelasnya.
Maka dari itu, pihaknya menilai rencana penerapan smart card tidak akan efektif. Menurutnya, jika program tersebut tetap dilakukan malah akan jadi pemborosan terhadap uang negara.
"Kalau tidak efektif kan sayang buang-buang uang negara saja. Selisih harga BBM non subsidi dan bersubsidi sudah kecil sekali," katanya.
Namun Ia mengatakan, bukan berarti pihaknya akan serta merta berhenti melakukan berbagai persiapan terkait dengan penerapan smart card tersebut. "Tetap kami persiapkan jika sewaktu-waktu memang dibutuhkan," ujarnya.
(ang/qom)











































