''Masih ada masalah pajak revaluasi aset Rp 430 miliar dan pajak pengalihan aset Rp 200 miliar dalam rencana pembentukan anak usaha ini," kata Hal Direktur Utama PTBA Sukrisno di sela-sela rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/12/2008).
Menurutnya, nilai pajak tersebut cukup besar sehingga pihaknya merasa ragu-ragu untuk melanjutkan pembentukan perusahaan patungannya tersebut. "Kami minta tolong kepada Menteri Keuangan agar pajaknya bisa dibebaskan,'' kata Direktur Utama KAI Ronny Wahyudi di tempat yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan PTBA menyertakan sisa modal yang 30 persen sebanyak Rp 464 miliar. Anak usaha ini juga akan membangun rel ganda untuk meningkatkan angkutan batu bara dari 10 juta ton tahun ini menjadi 20 juta ton dalam waktu lima tahun.
Trans Sriwijaya akan mengangkut batu bara dari tambang PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, ke dua dermaga batu bara yaitu pelabuhan Tarahan di Lampung sejauh 416 kilometer dan menuju pelabuhan Kertapati di Palembang sejauh 160 kilometer.
Proyek dua BUMN tersebut membutuhkan total investasi sebanyak US$ 467 juta. Invesatsi tahap awal membutuhkan US$ 197 juta dan tahap kedua US$ 270 juta.
Dana sebesar itu digunakan untuk membeli lokomotif dan gerbong serta membangun jalur ganda Muara Enim-Prabumulih sepanjang 75 kilometer dan menuju Tarahan sepanjang 35 kilometer.
Menurut Sukrisno, usulan penghapusan pajak ini sudah disampaikan ke Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil untuk diproses lebih lanjut. (ang/ir)











































