Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PTBA Sukrisno di sela-sela rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/12/2008).
"Jika Trans Sriwijaya sudah mengangkut 20 juta ton batu bara kami, maka akan diserahkan sepenuhnya kepada KAI," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi menurutnya, tidak ada aset yang perlu dialihkan sebab pada akhirnya aset-aset tersebut tetap menjadi milik KAI. "KAI belum bisa memulai pembentukan anak usaha tersebut jika masih terganjal pajak," katanya.
Ia menambahkan, anak usahanya tersebut sudah mendesak untuk segera beroperasi. Pasalnya, cadangan batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan tersebut sangat besar. Semua cadangan itu akan sulit diangkut ke pelabuhan karena minimnya jalur kereta api di wilayah tersebut.
Trans Sriwijaya rencananya akan membangun jalur ganda baru Muara Enim-Prabumulih sepanjang 75 kilometer dan menuju Tarahan sepanjang 35 kilometer. (ang/ir)











































