Dengan pendapatan sebesar itu, maka Pertamina mendapat kenaikan sebesar 13% dari pendapatan di sepanjang tahun lalu yang sebesar Rp 390,199 triliun.
Demikian dipaparkan Wakil Direktur Pertamina Iin Arifin Takhyan dalam rapat dengan Komisi VI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (3/12/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam paparan tertulis Pertamina terlihat kenaikan pendapatan terbesar yang mempengaruhi kenaikan pendapatan Pertamina adalah selisih harga penjualan BBM PSO.
Pada 2007, pendapatan dari selisih harga penjualan BBM PSO sekitar Rp 82,876 triliun. Namun pendapatan ini mengalami kenaikan pada tahun ini, dimana hingga September 2008 saja sudah mencapai Rp 120,777 triliun.
Namun di sisi lain, laba usaha Pertamina hingga triwulan ketiga tahun ini hanya naik tipis dari laba sepanjang 2007. Pada 2007 Pertamina membukukan laba Rp 24,460 triliun, sedangkan hingga September 2008 laba Pertamina adalah Rp 24,994 triliun.
(lih/ir)










































