Bajai Auto akan meningkatkan proses pabrikasi dari Semi Knock-Down (SKD) atau semi impor komponen utuh menjadi Completely Knock-Down (CKD) atau perakitan komponen terurai.
Hal ini disampaikan oleh Regional Sales Manager Bajaj Auto Indonesia, Lim Sam Hong saat dihubungi detikFinance, Kamis (4/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenis motornya masih dipertimbangkan, tapi yang jelas motor yang paling banyak diminati. Kita lihat pasar untuk sepeda motor sport masih sangat bagus. Kita masih optimistis karena kita main di 'niche market," papar Lim.
Sementara itu Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan, Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Panggah Susanto mengamini rencana investasi tersebut.
"Mereka baru menyatakan komitmennya. Pasar Indonesia dinilai sangat menjanjikan. Mereka sudah mulai mempersiapkan distributornya," katanya.
Dikatakannya industri sepeda motor dan komponen di Indonesia masih sangat menarik bagi investor asing dan dalam negeri.
Pasar sepeda motor Indonesia merupakan yang terbesar ketiga setelah China dan India. Populasi sepeda motor di Indonesia saat ini sekitar 35 juta unit. Meski demikian, rasio kepemilikan motor di Indonesia masih rendah yaitu satu unit per delapan orang.
Hal ini telah mendorong munculnya 38 perusahaan perakitan motor China pada 2002. Saat ini, terdapat 88 perusahaan yang memproduksi motor China dengan total produksi sekitar 40 ribu unit per tahun. (hen/lih)











































