Hal tersebut disampaikan para petinggi 'Big Three' yakni chief executive of Chrysler LLC, Robert Nardelli, chairman dan CEO General Motors, Rick Wagoner dan CEO dan Presiden Ford Motor, Alan Mulally.
Pengorbanan itu diungkapkan setelah para petinggi 'Big Three' itu sebelumnya mendapatkan kecaman. Pada bulan lalu, mereka juga mendatangi kongres untuk meminta bailout dengan menggunakan pesawat jet pribadi tanpa menyampaikan rencana yang rinci bagaimana cara mereka mengembalikan dana bailout itu ke pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demi menyelamatkan perusahaan mereka dari kebangkrutan, para petinggi itupun bersedia melakukan sejumlah pengorbanan. Pada dengar pendapat kali ini, mereka pergi dari Detroit ke Washington sejauh 885 km dengan menggunakan mobil hybrid plus rencana yang lebih matang.
"Kami disini karena kami telah membuat kesalahan, dan kita sudah belajar darinya," ujar chairman dan CEO General Motors, Rick Wagoner saat memberikan kesaksian di depan kongres, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/12/2008).
"Saya telah berpikir tentang keprihatinan yang Anda sampaikan. Saya ingin Anda mengetahui bahwa saya mendengar pesan Anda dengan keras dan jelas," ujar CEO dan Presiden Ford Motor, Alan Mulally dalam kesempatan yang sama.
Suasana dengar pendapat kali ini juga lebih baik ketimbang bulan lalu. Dalam dengar pendapat bulan lalu, para petinggi itu mendapat kecaman keras dari kongres karena datang dengan jet pribadi dan tak mau memberikan pengorbanan dengan memangkas gaji. Mereka juga tak datang dengan rencana detal.
"Sampai mereka menunjukkan rencana kepada kami, maka kami tidak bisa menunjukkan kepada mereka uangnya," ujar juru bicara DPR AS, Nancy Pelosi.
Dan setelah mendapatkan tekanan untuk memberikan pengorbanan secara pribadi, para petinggi 'Big Three' itupun akhirnya mau digaji hanya US$ 1 per tahun. Pengorbanan itu diberikan jika kongres bersedia memberikan dana talangan darurat hingga US$ 34 miliar.
Anggota kongres sendiri masih terbelah soal kesepakatan pemberian bailout. Sebagian berpendapat bahwa kolapsnya industri otomotif akan memperburuk perekonomian.
Β
Namun sebagian lagi berpendapat bahwa persetujuan yang mereka berikan kepada sektor finansial sebesar US$ 700 miliar sebelumnya telah memberikan pukulan pada para pemilih saat pemilu lalu.
Para petinggi 'Big Three' itu berusaha meyakinkan bahwa mereka kali ini memiliki rencana yang lebih baik untuk bisa mengembalikan dana talangan dari para pembayar pajak.
"Chrysler berkomitmen untuk meneruskan restrukturisasi, berinvestasi pada mobil dan truk yang efisien bahan bakar sesuai dengan yang ingin dibeli orang, serta mulai membayar pinjaman dari pemerintah pada tahun 2012," tegas Nardelli.
(qom/qom)











































