Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (5/12/2008).
"Kalau mereka butuh, boleh-boleh saja masuk capex, kan itu uang perusahaan. Sebab buy back itu sebenarnya sama dengan uang cash, yang disebut treasury stock," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekedar informasi, total dana yang sudah disiapkan pemerintah mencapai Rp 6,51 triliun, yang sudah diserap pasar hanya Rp 253,32 miliar setara dengan 171 juta lembar saham sesuai transaksi per 27 November 2008. Buy back-nya hanya terserap 3,89 persen dari total alokasi dana yang disiapkan bersama.
Batas waktu buy back BUMN tersebut hingga tanggal 14 Januari 2009, Ia mengatakan program tersebut akan jalan terus.Β "Sebenarnya, buyback enggak pernah dicancel. Tapi mereka juga akan lihat kondisi pasar, juga alokasi investasi. Yang jelas, merek masih akan lakukan. Seperti PGN yang akan lakukan RUPS Desember ini untuk sahkan buyback," paparnya.
Menurutnya, dana yang selama ini disediakan tidak perlu dikucurkan sampai habis. "Enggak harus habis tapi bukan berarti enggak boleh habis. Terserah saja, bagaimana pertimbangan terbaik dari manajemen," tuturnya. (ang/ir)











































