Hingga akhir November 2008, totalΒ penjualan mobil sekitar 563 ribu unit dari target 580-600 ribu unit hingga akhir tahun ini. Sedangkan pada 2009 penjualan mobil diprediksi hanya sekitar 350-450 ribu unit.
Demikian disampaikan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo kepada detikFinance disela-sela acara pembukaan Jakarta Motorcycle Show 2008 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (6/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi dampak krisis ekonomi global terhadap industri ini. "Tentu kami harus melakukan penghematan. Manage gaji, manage operation. Pengurangan jam kerja, pengurangan shift, pengurangan lembur," jelasnya.
Selain itu, lanjut Bambang, perusahaan-perusahaan otomotif juga mulai meninjau kembali kontrak-kontrak dengan suplier. "Tapi hingga saat ini masih belum ada pegawai yang di PHK karena krisis ini," ujarnya.
Sepeda Motor
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menjelaskan untuk penjualan sepeda motor sepanjang tahun 2007-2008 telah melampaui target.
"Sepanjang 2007-2008 itu, target kami 15 persen. Tapi Kenyataannya 44 persen. Kita sudah 30 persen di atas proyeksi dengan 6 juta unit," kata Gunadi.
Namun untuk proyeksi tahun depan, Gunadi mengakui pihaknya akan menurunkan 30 persen di triwulan pertama tahun depan. "Proyeksi kita akan turun dari 6 juta unit menjadi 4 juta unit. Tapi harapan dan keyakinanan kami di kuartal kedua 2 akan bisa meningkat," katanya.
Gunadi masih optimistis penjualan motor akan membaik di triwulan kedua 2009 karena turunnya suku bunga dan angka inflasi. "Itu jadi parameter yang penting. Kalau dua itu bisa dikendalikan ditambah nilai tukar masih memadai maka pertumbuhan bisa terjadi. Namun kami menyayangkan karena menjelang 2009 krisis melanda padahal kita targetkan 7 juta unit di tahun depan," ungkapnya. (ir/ir)











































