Harga Minyak Turun ke US$ 40

Harga Minyak Turun ke US$ 40

- detikFinance
Sabtu, 06 Des 2008 14:11 WIB
Harga Minyak Turun ke US$ 40
New York - Harga minyak mentah di pasar berjangka terus mengalami penurunan setelah keluarnya data naiknya angka pengangguran di AS. Harga minyak mencatat posisi terendah dalam 4 tahun terakhir. Harga minyak diΒ  New York dibandrol US$ 40 per barel dan di London sudah menyentuh US$ 39 per barel.

Meningkatnya angka pengangguran di AS dianggap sebagai lonceng pertanda bakal rendahnya permintaan di negara konsumsi minyak terbesar dunia itu.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah pengangguran sebanyak 533 ribu orang di bulan November. Angka pengangguran ini naik 6,7% yang merupakan angka tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah pengangguran ini di luar prediksi semula yang sebesar 325 ribu tenega kerja meskipun angkanya masih dalam batas estimasi angka pengangguran 6,8%.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS (5/12/2008) harga minyak jenis light sweet di New York untuk pengiriman Januari 2009 turun US$ 2,86 menjadi US$ 40,81. Dalam perdagangan intraday harga minyak di New York sempat turunke US$ 40,50 per barel yang terendah sejak Desember 2004.

Sedangkan di London harga minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman Januari 2009 untuk US$ 2,54 menjadi US$ 39,74 per barel yang terendah sejak akhir Januari 2005.

Harga minyak dunia saat ini sudah terpangkas hampir dua pertiganya dari posisi tertinggi pada 11 Juli 2008 di posisi US$ 147 per barel. Pelemahan harga minyak terus berlanjut seiring dengan ancaman pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia akibat krisis finansial global.

"Era kenaikan harga minyak telah berakhir," kata Phil Flynn, analis dari Alaron Trading seperti dilansir AFP, Sabtu (6/12/2008).

Harga minyak makin meluncur karena pasar mengantisipasi pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada 17 Desember 2008 yang akan memutuskan penurunan produksi. OPEC adalah penguasa 40% pasar minyak dunia.

Flynn mencatat harga minyak yang sempat melejit di tahun ini karena didorong oleh kuatnya pertumbuhan ekonomi global, murahnya dana kredit, namun hal itu kini telah berbalik saat ekonomi dunia makin tercabik krisis sejak September lalu.

"Kini telah memasuki era baru dengan harga minyak yang lebih rendah dan lebih stabil untuk beberapa tahun ke depan. Tapi Itu bukan berarti harga minyak tidak akan naik lagi tergantung pasar membentuknya," katanya.

Sementara International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak global periode 2008-2013 yang lebih rendah menjadi 1,2% dari perkiraan semua tumbuh 1,6%.

Sebelumnya pada Juli 2008, IEA memprediksi permintaan minyak akan naik dari 86,2 juta barel per hari di tahun 2008 menjadi 91,3 juta barel per hari di tahun 2013.

Resesi ekonomi yang melanda AS, Uni Eropa, Jepang dan negara lainnya, telah membuat investor cemas bahwa permintaan minyak di negara-negara industri akan melemah terutama dari China.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads