Antisipasi Gelombang PHK, Program Padat Karya Dipercepat

Antisipasi Gelombang PHK, Program Padat Karya Dipercepat

- detikFinance
Senin, 08 Des 2008 10:25 WIB
Antisipasi Gelombang PHK, Program Padat Karya Dipercepat
Jakarta - Gelombang PHK akan datang seiring krisis global yang ikut menyerat industri dalam negeri. Pemerintah pun akan mempercepat program padat karya untuk mengantisipasi PHK tersebut.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara pemotongan kurban di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/12/2008).

Program-program pada karya yang akan dipercepat itu antara lain yang terkait dengan pembangunan infrastruktur dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) serta program perlindungan sosial di 2009.
Β 
"Mengenai antisipasi 2009, seluruh program-program pemerintah akan kita percepat pelaksanaannya yang sifatnya bisa menyerap tenaga kerja banyak, seperti di unit-unit kecamatan maupun langsung di industri itu sendiri, bagaimana membuat beban industri berkurang sehingga mereka bisa menahan PHK itu tidak terjadi. Itu yang sedang diusahakan," urainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang pada tahun 2009 pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan belanja untuk stimulus, perlindungan sosial, penyerapan tenaga kerja dan infrastruktur.

Program-program tersebut antara lain, belanja modal lebih dari Rp 90 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan, pelabuhan, irigasi pertanian, jaringan listrik, lintasan kereta api dan telekomunikasi.

Kemudian ada program PNPM senilai Rp 10,3 triliun yang dialokasikan Rp 3 miliar/kecamatan/tahun untuk 5.720 kecamatan, lalu untuk pembangunan jalan dan jembatan, air minum, pasar, irigasi dan listrik.

Ada juga program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan seperti bantuan tunai bersyarat Rp 1,75 triliun serta BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk 2 bulan Rp 3,7 triliun.

Sri Mulyani mengatakan dengan program padat karya seperti PNPM dengan Rp 3 miliar/ kecamatan bisa menyerap sampai ratusan bahkan ribuan tenaga kerja.

"Tapi kalau sifatnya pada sektor industri yang sifatnya lebih padat modal ya beda. Ekonomi kita membutuhkan sub kegiatan satu sisi untuk menciptakan lapangan kerja, di sisi lain juga untuk menjaga industri yang memang dibutuhkan oleh perekonomian kita secara luas," katanya.

Dikatakannya tantangan untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran semakin sulit di tengah gejolak perekonomian dunia yang terjadi saat ini, namun pemerintah akan berusaha sebaik mungkin.

"Kita lihat dunia sedang mengalami perubahan drastis, jadi yang dilakukan pemerintah berbuat sebaik-baiknya dengan tantangan yang makin rumit. Mengenai target dan yang lain-lain itu sudah disampaikan sebagai suatu titik referensi bagi kita untuk berorientasi mencapai itu," pungkasnya.

Pemerintah sendiri memang sudah mentargetkan tingkat pengangguran di 2009 akan ditekan sebesar 7-8%.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads