Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Nur Adib mengaku pasrah soal kompensasi yang harus diterima pengusaha SPBU supaya tidak merugi.
"Sudah deh, dari pada ribut lagi. Terserah pemerintah saja mau gimana. Memang masih rugi, tapi tidak (akan) ada kelangkaan lagi, Insyaallah," katanya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (9/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira yang perlu disiapkan koordinasi yang bagus. Tidak hanya dengan SPBU, tapi juga dengan pemerintah dan Hiswana Migas. Harus jelas, bahwa keputusan bukan di Pertamina tetapi pemerintah. Pertamina hanya melakukan," katanya ketika dihubungi.
Terkait berapa besaran margin atau kompensasi yang akan diterima pengusaha SPBU, hal itu akan ditentukan Kementrian BUMN, selaku pemegang saham Pertamina. Subsidi sebesar Rp 160 per liter yang menurut pemerintah diberikan ke SPBU juga bisa berubah.
Anang menambahkan, yang disiapkan Pertamina untuk mengantisipasi penurunan BBM bulan depan adalah ketersediaan stok yang cukup. Stok memang menjadi fokus perhatian Pertamina karena biasanya konsumsi menlonjak saat harga turun. (lih/ir)











































