Pengumuman penundaan pertemuan tingkat menteri WTO itu disampaikan pimpinan WTO, Pascal Lamy, setelah melakukan pembicaraan hampir 2 jam lebih dengan para perwakilan untuk membahas teks hasil kompromi masalah produk pertanian dan industri.
Isu perundingan tingkat menteri itu antara lain menyangkut kapas, mekanisme perlindungan bagi petani miskin dan proposal untuk pemangkasan tarif secara tajam bagi sejumlah sektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan tingkat menteri WTO sedianya akan dilaksanakan pada 13-15 Desember. Pertemuan yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss itu akan ditunda menjadi 17-19 Desember 2008 guna melakukan konsolidasi lebih lanjut.
WTO sepanjang pekan ini telah mempublikasikan teks terbaru tentang draf komponen pertanian dan industri. Teks itu diharapkan bisa disepakati para anggota WTO. Namun kenyataannya, untuk mencapai kesepakatan antara negara maju dan negara berkembang mengenai ketiga faktor itu akan sulit di tengah kondisi krisis finansial terkini.
"Jelas sekali bahwa kita sudah semakin dekat dengan sesuatu yang kita perlukan saat ini ketimbang Juli lalu. Pada saat yang bersamaan, risiko jika kita tidak mencapai kesepakatan akan lebih besar ketimbang pada Juli lalu," ujar Lamy mengingatkan.
(qom/ir)











































