Menurut Dirut Bulog Mustafa Abubakar, kenaikan harga beras kali ini merupakan kenaikan psikologis setiap menjelang hari raya seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru.
"Yang penting kemarin yang disebutkan harga beras naik itu sebenernya tidak ada alasan untuk naik. Saya berharap itu bisa betul, soalnya itu hanya persoalan psikologis saja," katanya ketika ditemui di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasokan sebesar ini sangat cukup mengingat kebutuhanberas per bulan hanya 2,5 juta ton dan kebutuhan Bulog sebesar 300.000 ton per bulan.
"Suplai kita cukup, distribusi juga sangat merata. Tidak ada alasan untuk naik harga manakala menjelang tahun baru seperti ini. Biasa, setiap mau lebaran mau tahun baru begitu kan," katanya.
Karena kenaikan beras hanya dilandaskan psikologis semata, Mustafa memperkirakan harga beras akan kembali normal dalam waktu dekat.
"Saya kira tidak lama, sekitar Desember-Januari saja. Mudah-mudahan dengan penjelasan ke masyarakat bisa lebih cepat," katanya.
(lih/qom)











































