Pertama, ada dua kilang besar Pertamina, yaitu Balongan dan Cilacap sedang mengalami perawatan dan gangguan. Akibatnya pasokan elpiji untuk beberapa daerah pun mau tidak mau harus tersendat.
Dirut Pertamina Ari Soemarno menjelaskan, tersendatnya pasokan elpiji akibat perawatan dan gangguan kilang Pertamina ini sudah terjadi dalam satu minggu terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikannya disela-sela jumpa pers tentang Ulang Tahun Pertamina ke-51 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Kedua, adalah gangguan cuaca yang membuat penyaluran elpiji tidak bisa berjalan seperti biasanya. Karena cuaca yang tidak bersahabat, kapal-kapal yang mengangkut elpiji akhirnya tidak bisa merapat ke pelabuhan.
Ketiga adalah kenaikan permintaan menjelang Idul Adha. Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, permintaan elpiji saat menjelang Idul Adha mencapai 3.500 ton per hari.
Jumlah ini naik jika dibandingkan sebelumnya yan sekitar 2.400-2.800 ton per hari. Permintaan sebanyak 3.500 ton per hari tersebut hampir menyamai permintaan saat menjelang Idul Fitri 2008.
"Terutama karena konversi berjalan sangat cepat. Karena begitu masyarakat kenal elpiji langsung lompat, begtu cepat," katanya.
Namun baik Ari maupun Faisal memperkirakan pasokan elpiji akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
(lih/ir)











































