Naiknya harga sawit ini merupakan hasil rapat penetapan harga sawit di Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Terhitung sejak 10 hingga 15 Desember harga sawit mulai naik menembus angka Rp 1.057,32 /kg. Harga tertinggi itu, merupakan TBS kepala sawit pada pohon yang rata-rata sudah panen di atas 10 tahun.
"Hasil rapat yang kita lakukan awal pekan ini, kenaikan harga sawit kita hitung dari kelompok usia penanam. Bila kita rata-ratakan, setiap kilogramnya mengalami kenaikan Rp100," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Susilo kepada wartawan, Rabu (10/12/2008) di Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan harga buah sawit ini tidak terlepas dari pengaruh menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika. Jika sebelumnya satu dolar dua belas ribu rupiah, kini menjadi sebelas ribu rupiah. Disamping itu permintaan CPO di pasaran internasional juga mulai naik jika dibandingkan dua bulan sebelumnya," kata Susilo.
Sekedar diketahui, dalam dua bulan terakhir harga TBS di Riau sempat anjlok dengan rata-rata Rp 540/kg. Namun harga itu berlaku pada kelompok kelapa sawit yang sudah panen di atas 10 tahun. Sedangkan kepala sawit yang panen di bawah 10 tahun, rata-rata harga TBS hanya mampu menembus angka Rp 250/kg.
Kondisi anjloknya harga sawit karena lemahnya permintaan pasar internasional sejak krisis keungan global, membuat keterpurukan para petani dan perusahaan perkebunan sawit. Petani sawit di Riau sempat kelimpungan dengan murahnya harga TBS mereka.
Sejumlah petani di Riau sempat kelabakan untuk melakukan pelunasan hutang mereka di sejumlah bank. Kini petani sawit di Riau berharap, harga TBS tidak lagi anjlok sebagaimana sebelumnya.
"Sekarang ini harga TBS sampai ke petani non binaan perusahaan, sudah bisa menembus angka di atas Rp 750/kg. Harga ini sudah sangat menolong kami dibandingkan harga dua bulan sebelumnya yang hanya kisaran Rp 250/kg," kata Ahmad salah seorang petani.
(cha/qom)











































