Harga Buah Sawit Merangkak Naik

Harga Buah Sawit Merangkak Naik

- detikFinance
Rabu, 10 Des 2008 14:22 WIB
Harga Buah Sawit Merangkak Naik
Pekanbaru - Kabar gembira untuk para petani sawit. Mulai pekan ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai naik.  Harga sawit menembus lagi Rp 1.000/kg setelah sebelumnya sempat anjlok hingga Rp 540/kg.

Naiknya harga sawit ini merupakan hasil rapat penetapan harga sawit di Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Terhitung sejak 10  hingga 15 Desember harga sawit mulai naik menembus angka Rp 1.057,32 /kg. Harga tertinggi itu, merupakan TBS kepala sawit pada pohon yang rata-rata sudah panen di atas 10 tahun.

"Hasil rapat yang kita lakukan awal pekan ini, kenaikan harga sawit kita hitung dari kelompok usia penanam. Bila kita rata-ratakan, setiap kilogramnya mengalami kenaikan Rp100," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Susilo kepada wartawan, Rabu (10/12/2008) di Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, kenaikan harga TBS, dihitung dari kondisi sawit dengan kualitas buah unggul pada kelompok usia panen di atas 10 tahun dengan harga Rp1.057,32/kg. Harga TBS itu sedikit merangkak naik dibanding harga dua pekan sebelumnya Rp 975,99/kg. Sedangkan untuk  pohon sawit dengan usia panen di atas 3 tahun naik menjadi Rp 756,24 dari harga sebelumnya Rp 698,02/kg.

"Kenaikan harga buah sawit ini tidak terlepas dari pengaruh menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika. Jika sebelumnya satu dolar dua belas ribu rupiah, kini menjadi sebelas ribu rupiah. Disamping itu permintaan CPO di pasaran internasional juga mulai naik jika dibandingkan dua bulan sebelumnya," kata Susilo.

Sekedar diketahui, dalam dua bulan terakhir harga TBS di Riau sempat anjlok dengan rata-rata Rp 540/kg. Namun harga itu berlaku pada kelompok kelapa sawit yang sudah panen di atas 10 tahun. Sedangkan kepala sawit yang panen di bawah 10 tahun, rata-rata harga TBS hanya mampu menembus angka Rp 250/kg.

Kondisi anjloknya harga sawit karena lemahnya permintaan pasar internasional sejak krisis keungan global, membuat keterpurukan para petani dan perusahaan perkebunan sawit. Petani sawit di Riau sempat kelimpungan dengan murahnya harga TBS mereka.

Sejumlah petani di Riau sempat kelabakan untuk melakukan pelunasan hutang mereka di sejumlah bank. Kini petani sawit di Riau berharap, harga TBS tidak lagi anjlok sebagaimana sebelumnya.

"Sekarang ini harga TBS sampai ke petani non binaan perusahaan, sudah bisa menembus angka di atas Rp 750/kg. Harga ini sudah sangat menolong kami dibandingkan harga dua bulan sebelumnya yang hanya kisaran Rp 250/kg," kata Ahmad salah seorang petani.
 

(cha/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads