Rencana Pertamina Jadi Perusahaan Publik Tak Terdaftar Molor

Rencana Pertamina Jadi Perusahaan Publik Tak Terdaftar Molor

- detikFinance
Rabu, 10 Des 2008 17:30 WIB
Rencana Pertamina Jadi Perusahaan Publik Tak Terdaftar Molor
Jakarta - Rencana Pertamina untuk menjadi perusahaan terbuka yang tidak terdaftar di bursa (non-listed public company) baru bisa tercapai pada 2009. Pencapaian ini berarti mundur dari target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu pada akhir 2008.

Menurut Dirut Pertamina Ari Soemarno, hal ini karena Pertamina harus menunggu keluarnya PP (Peraturan Pemerintah) tentang atura perusahaan terbuka yang tidak terdaftar.

"Untuk jadi perusahaan publik non listed kita tunggu PP-nya, kita harapkan pada tahun 2009 bisa kita realisasikan menjadi perusahaan publik non listed," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ari juga mengatakan, jika PP tersebut sudah diterbitkan maka perseroan juga akan segera bisa menerbitkan neraca awal dan laporan keuangan yang telah diaudit.

"Kalau mengenai rencana untuk menjadi listed company, tanya saja pemegang saham, karena itu kewenangan mereka," tukasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Pertamina Sudirman Said menjelaskan, Pertamina siap untuk menjadi perusahaan publik non listed di akhir 2008.

Pertamina sudah menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai konsultan koordinator, Ernst & Young sebagai akuntan publik. Prospektus perusahaan pun sedang disiapkan Pertamina. Legal due dilligence dan restrukturisasi korporat dikebut.

Penyiapan Pertamina menjadi perusahaan terbuka ini bagi masyarakat manfaatnya adalah Pertamina akan menjadi BUMN yang lebih transparan.

Saat itu diharapkan pengesahan status baru itu dilakukan saat ultah 51 tahun Pertamina pada 10 Desember 2008 atau hari ini. Menurut Sudirman, jika Pertamina menjadi perusahaan publik non listed tahun ini, maka Pertamina akan menjadi BUMN pertama yang menyandang status tersebut.Β Laba 2008Β PT Pertamina (Persero) juga mengaku masih optimistis bisa meraup laba bersih pada tahun ini sebesar lebih dari Rp 25 triliun meskipun harga minyak dunia mulai mengalami penurunan yang tajam akhir-akhir ini.

"Laba 2008 diperkirakan masih meningkat karena pada kuartal III-2008 hampir Rp 25 triliun atau Rp 24,9 triliun, jadi meskipun minyak turun kita masih dapat untung. Jadi sampai akhir 2008 masih mencapai di atas Rp 25 triliun," tutur Ari.Penurunan ini seiring dengan turunnya harga minyak dunia yang cukup tajam. "Kita masih hitung dan membuat sensitivitasnya, kemudian kita lihat berapa besar nilai tukar, karena itu sangat berpengaruh," ujar Ari.

Ari mengakui, untuk tahun 2009 dan 2010 perseroan akan menghadapi tantangan karena krisis keuangan yang terjadi dimana dengan penurunan harga minyak dunia akan menurunkan pendapatan perseroan.

"Penurunan harga minyak sangat drastis. Untuk itu kita tingkatkan upaya efisiensi dan ikat pinggang, agar keuntungan bisa tetap optimal," tukasnya.
(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads