Demikian disampaikan Sekretaris Menneg BUMN Said Didu ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Menurut Said Didu, dengan alpha saat ini yang sebesar 13,5%, Pertamina sebenarnya sudah merugi dengan harga minyak yang kini berada di kisaran US$ 45 per barel. Apalagi alpha ini akan diturunkan pada tahun depan menjadi 8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alpha merupakan margin bagi distributor BBM subsidi yang untuk menutupi ongkos kirim, penyimpanan dan keuntungan perusahaan. Alpha dipatok dengan besaran tertentu berdasarkan harga minyak di pasaran yang mengacu pada MOPS (Mid Oil Platts Singapore).
Dengan begitu, ketika harga minyak sedang tinggi maka alpha yang diterima pun ikut naik. Namun ketika harga minyak turun, maka alpha yang diterima pun ikut berkurang.
"Alpha itu kan persen terhadap harga minyak. Di dalamnya ada komponen biaya distribusi, margin spbu 2,5% itu tidak turun. Biaya kehilangan atau menguap dan ada juga biaya stok," katanya.
(lih/lih)











































