Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (11/12/2008).
"Hitungan kita masih sekitar di atas Rp 5.000, lah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ditambah berbagai pajak dan alpha untuk Pertamina, maka harga keekonomiannya pun melonjak menjadi di atas Rp 5.000 per liter.
Namun Evita mengingatkan, harga keekonomian itu baru berdasarkan ICP US$ 40-43 per barel yang terjadi belakangan ini saja. Padahal harga minyak termasuk ICP bisa terus berfluktuasi sangat tajam tanpa terduga.
Sementara untuk solar, Evita menegaskan, harga keekonomian solar masih di atas harga jualnya saat ini. Dengan kata lain, pemerintah masih mensubsidi pengguna solar.
Untuk itu, pemerintah masih berhati-hati menghitung perubahan harga BBM untuk bulan depan. "Pokoknya untuk formulasi harga masih dihitung, itu nggak gampang," katanya.
Yang pasti, perubahan harga bulan depan akan tetap menggunakan batas atas dan akan ditinjau lagi setiap bulannya. (ang/lih)











































