Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua V Bidang Teknologi dan Informasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Febrizal Rahmana usai Acara Reuni Akbar Senior HIPMI di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/12/2008) malam.
"Kita tahu tahun depan ada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Mau tidak mau, itu duit pasti kesedot di bidang politik. Kalau enggak salah bisa sampai triliunan juga," katanya kepada detikFinance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang dalam satu tahun kan ada semacam turn over-nya, sehingga para pengusaha Indonesia ini baru bisa bangkit di semester kedua," imbuhnya.
Menurutnya, pelambatan itu akan terasa sekali di dua hingga tiga bulan menjelang pemilu. Setelah situasi kembali normal, barulah para pengusaha bisa fokus mengembangkan kegiatan usahanya. (ang/lih)










































