Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membuka Munas Asmindo V, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (12/12/2008).
Salah satu pasar yang potensial untuk penawaran mebel mewah harga murah ini adalah negara-negara di Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kalla, dengan kondisi krisis seperti sekarang mebel seharga ribuan dolar yang dulu masih terjangkau kini menjadi sangat mahal. Meskipun masih ada segelintir orang sangat kaya yang bisa membeli mebel-mebel mahal itu, tetap saja permintaan akan menurun. Penurunan permintaan paling terasa untuk mebel-mebel mewah yang dibandrol merek Italia.
"Sebagai dampak krisis, mebel memang menurun. Harga mebel jadi mahal. Dulunya US$ 1.000 tidak berarti, sekarang jadi sangat berarti. Pastinya furnitur-furnitur Italia yang paling menurun. Yang pertama turun furnitur Italia, orang menghindari yang mahal, meskipun ada yang super kaya, yang tetap bisa beli. Tapi pasti orang menghindari, seperti (furnitur) kulit yang mahal," katanya.
Selain menembus pasar baru di Timur Tengah, pemerintah juga akan membantu pengusaha mebel untuk menjaga pasar mebel dalam negeri.
"Yang diharapkan Ketua Asmindo (Ambar Tjahyono) untuk menjaga pasar dalam negeri pasti lah pemerintah dukung. Pemerintah berupaya sedemikian mungkin untuk jaga itu," katanya. (lih/qom)










































