Demikian dipaparkan Direktur Utama PGE, Abadi Poernomo usai perayaan HUT PTGE ke dua, di lapangan Geothermal Ulubelu, Bandar lampung, Jumat (12/12/2008).
Sebagai dana awalan, PGE akan mendapat dana talangan dari induk usahanya, Pertamina (persero). Namun untuk selanjutnya PGE juga mengusahakan pendanaan lainnya dari luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Pengembangan panas bumi yang sudah dilakukan PGE hingga saat ini mencapai 272 MW. Terdiri dari wilayah Kamojang 200 MW, Lahendong 60 MW, dan Sibayak 12 MW.
Abadi menjelaskan untuk saat ini PGE tengah melakukan eksplorasi di Ulu belu Bandar Lampung 2x55 mw dan lumut balai di muara enim 2x55 MW. "Dengan perkiraan total investasi masing-masing sumur sebesar 110 juta USD hingga 2012," katanya.
Selain itu, lanjut Abadi, PGE juga akan melaksanakan ekspansi lapangan panas bumi Lahendong. Di Lahendong rencananya akan dibangun unit 4, 5, 6 sebesar 60 MW dengan investasi US$ 60 juta.
"Untuk Lahendong unit 4 kami akan menyuplai uap lagi ke PLN. Sedangkan untuk unit 5 dan 6 kami akan melakukan total project (menyuplai uap sekaligus membangun pembangkit," paparnya.
Â
Abadi menambahkan, listrik yang dihasilkan dari total project yang telah dilaksanakan semuanya akan disalurkan ke PLN.
"Karena semua captive market kita PLN, sebab saat ini PLN masih menjadi single buyer," jelasnya.
Â
Sedangkan untuk masalah harga, Abadi menyebutkan harganya tergantung lokasi lapangan panas bumi tersebut. "Kalau disini (Ulubelu) kami tawarkan ke PLN seharga USD 4,5 per kwh dan ini sedang dalam proses negosiasi," ungkapnya.
(lih/lih)











































