Hal tersebut dikemukakan oleh Staff Ahli Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Alexander Rusli di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (12/12/2008).
"Tapi investor yang akan digandeng ini tidak akan masuk menguasai saham Krakatau seperti Mittal dulu, namun hanya sebatas digandeng untuk membentuk anak usaha," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun seberapa besar jumlahnya, nanti akan tergantung dari kerjasama yang dibentuk, dan dari mitra yang akan digandeng," imbuhnya.
Ia menambahkan, jumlah kapasitas Krakatau setelah pembentukan anak usaha tersebut bisa mencapai 4,5 juta ton per tahun-5 juta ton per tahun. Tapi tetap tergantung dari hasil pembentukan anak usaha tersebut.
Menurutnya, pencarian anak usaha ini tidak ada hubungannya dengan pinjaman ECA yang akan mulai digelontorkan semester pertama tahun depan.
"Kalau yang pinjaman itu untuk peningkatan kapasitas produksi pabrik yang existing. Kalau yang akan dibentuk ini untuk pabrik baru," tandasnya. (ang/ir)











































