Pemerintah Diminta Subsidi Proyek Jalan Tol 'Kurus'

Pemerintah Diminta Subsidi Proyek Jalan Tol 'Kurus'

- detikFinance
Jumat, 12 Des 2008 16:39 WIB
Pemerintah Diminta Subsidi Proyek Jalan Tol Kurus
Jakarta - Pengusaha jalan tol meminta pemerintah melakukan tender ulang terhadap delapan proyek jalan tol yang dinilai 'kurus' karena tidak menarik secara keekonomian. Dalam tender ulang tersebut, pemerintah diminta mengabulkan sejumlah subsidi agar proyek jadi lebih menarik.

Beberapa jenis subsidi yang diusulkan pengusaha tol antara lain subsidi pembebasan lahan dan subsidi biaya operasional.

Demikian diusulkan Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito dalam acara market sounding Indonesia Batch IV toll road project, di Jakarta, Jumat (12/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau proyek-proyek yang tidak layak tingkat kelayakannya kurang maka perlu ada subsidi, ilmunya sederhana saja, mana ada investor yang naruh modal tapi nggak balik," ucapnya.

Dengan diadakan tender ulang dengan mekanisme subsidi, maka pengusaha yang bisa menawarkan subsidi yang paling kecil akan ditetapkan sebagai pemenangnya.

Kedelapan proyek tol 'kurus' yang kurang menarik secara keekonomian adalah:

1. Medan-Binjai (Sumatra Utara)
2. Pandaan-Malang (Jawa Timur)
3. Palembang-Indralaya (Sumatra Selatan)
4. Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Jawa Barat)
5. Sukabumi-Ciranjang (Jawa Barat)
6. Tegineneng-Babatan (Lampung)
7. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Sumatra Utara)
8. Pasir Koja-Soreang

Frans mengakui Jasa Marga sendiri memang tidak berminat atas delapan proyek jalan tol 'kurus' tersebut. Baginya, jika perusahaan jalan tol memaksakan diri untuk menggarap proyek yang tidak cukup ekonomis, maka dipastikan akan merugi. Apalagi saat krisis seperti ini.

"Kalau tol-tol yang tidak layak maka investor akan tergulung bunga bank, karena tidak seimbang antara pendapatan," jelasnya.

Frans menegaskan, pihaknya masih fokus pada 5 proyek tol yang akan diharap pada tahun 2009 nanti. "Kita nggak ikutan (proyek jalan tol 'kurus') karena sibuk," katanya.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads