Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo mengatakan, sampai dengan 5 Desember 2008, anggaran subsidi BBM telah mencapai 103% atau Rp 241,7 triliun dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN-P 2008.
"Subsidi BBM 103%, belum ada perubahan. Sementara subsidi listrik 121% atau Rp 73 triliun, jadi sudah lewat pagu anggaran. Subsidi pupuk belum keluar, sementara subsidi non-energi masih 80% realisasinya," tuturnya saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/12/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Belanja pemerintah pusat yang juga baru mencapai 85,6% atau Rp 597,1 triliun.
- Belanja pegawai mencapai 89% atau Rp 109,9 triliun.
- Belanja barang mencapai 66% atau Rp 44,3 triliun.
- Belanja modal mencapai 64% atau Rp 50,6 triliun.
- Transfer ke daerah mencapai 89% atau Rp 259,2 triliun.
"Kalau untuk belanja K/L (Kementerian/Lembaga) sampai akhir 2008 diperkirakan penyerapannya 92-95%. Tapi kalau total, belanja bisa lebih dari 100%. Karena dari subsidi saja sudah lebih, dari BBM sudah lebih. Jadi bisa lebih dari 100% dari belanja negara," papar Herry.
Sementara untuk penerimaan hingga 5 Desember 2008 cukup bagus kinerjanya, Herry memaparkan penerimaan dalam negeri sudah mencapai 99% dari target APBN-P 2008 atau Rp 884,2 triliun.
Penerimaan tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan yang sudah mencapai 98% atau Rp 597,5 triliun dari target APBN-P 2008 dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang mencapai 101% atau Rp 286,7 triliun dari target APBN-P 2008.
(dnl/qom)











































