Disparitas Harga Elpiji Picu Penyimpangan

Disparitas Harga Elpiji Picu Penyimpangan

- detikFinance
Minggu, 14 Des 2008 17:20 WIB
Disparitas Harga Elpiji Picu Penyimpangan
Jakarta - Pemerintah melihat adanya indikasi penyimpangan penggunaan elpiji sehingga menyebabkan kelangkaan. Disparitas harga antara elpiji 3 kg dengan 12 kg menjadi pemicunya.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai elpiji di Kantor Keprisidenan, Jakarta, Minggu (14/12/2008).

Menurut Purnomo, sampai saat ini pihaknya memang belum menerima laporan adanya penyimpangan. Tetapi berdasarkan pengalaman, setiap ada disparitas harga antara dua produk yang sama, maka penyalahgunaan selalu terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa juga bisa terjadi pada elpiji. Dimana elipiji 3 kg dijual dengan harga Rp 4.250/kg, sementara elpiji 12 kg dibandrol Rp 5.750/kg. Dengan perbedaan harga sekitar Rp 1.500/kg, banyak pihak yang tak bertanggungjawab menyalahgunakan kondisi ini. Salah satu caranya dengan menyedot elpiji dari tabung 3 kg yang dibeli dengan harga murah dan disuntik ke tabung 12 kg yang bisa dijual dengan harga lebih tinggi.

"Kita belum dapat laporan, tapi kemungkinan ada. Karena 12 kg berbeda dengan 3 kg. Dengan disparitas harga seperti itu, pasti ada penyimpangan, tapi belum terdeteksi," katanya.

Pemerintah menargetkan program konversi elpiji 3 kg bisa diselesaikan dua tahun lagi dengan tingkat konsumsi elpiji mencapai 5 juta ton per tahun. Namun untuk target 2008, dimana 20 juta kepala keluarga seharusnya mendapat paket tersebut, ternyata tidak bisa terpenuhi.

Pertamina beralasan ketersediaan tabung dan infrastruktur lainnyatidak memungkinkan untuk bisa memenuhi target tersebut.

(lih/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads