Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai elpiji di Kantor Keprisidenan, Jakarta, Minggu (14/12/2008).
Menurut Purnomo, sampai saat ini pihaknya memang belum menerima laporan adanya penyimpangan. Tetapi berdasarkan pengalaman, setiap ada disparitas harga antara dua produk yang sama, maka penyalahgunaan selalu terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum dapat laporan, tapi kemungkinan ada. Karena 12 kg berbeda dengan 3 kg. Dengan disparitas harga seperti itu, pasti ada penyimpangan, tapi belum terdeteksi," katanya.
Pemerintah menargetkan program konversi elpiji 3 kg bisa diselesaikan dua tahun lagi dengan tingkat konsumsi elpiji mencapai 5 juta ton per tahun. Namun untuk target 2008, dimana 20 juta kepala keluarga seharusnya mendapat paket tersebut, ternyata tidak bisa terpenuhi.
Pertamina beralasan ketersediaan tabung dan infrastruktur lainnyatidak memungkinkan untuk bisa memenuhi target tersebut.
(lih/lih)











































