Antara Elpiji dan Ketagihan Pacaran

Antara Elpiji dan Ketagihan Pacaran

- detikFinance
Senin, 15 Des 2008 11:40 WIB
Antara Elpiji dan Ketagihan Pacaran
Jakarta - Kelangkaan elpiji disebabkan peningkatan konsumsi yang mencapai 6 kali lipat. Versi pemerintah, masyarakat dianggap sudah ketagihan menggunakan elpiji. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pun mengibaratkan ketagihan itu layaknya orang pacaran.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/12/2008).

"Elpiji ini, kenapa sampai langka karena masyarakat sudah seperti orang pacaran. Sekali sudah senang, jadinya terus-terusan deh," katanya sambil tertawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pemakaian elpiji, masyarakat yang sudah menggunakan elpiji rupanya ketagihan atas keunggulan-keunggulan elpiji. Memakai elpiji ternyata lebih praktis, lebih murah dan tidak 'cemong-cemong' alias lebih bersih.

"Masyarakat ini sudah ketagihan elpiji, dan itu itu di luar perkiraan," katanya.

Karena masyarakat jadi lebih senang pakai elpiji inilah, pemerintah mengklaim permintaan elpiji meningkat hingga enam kali lipat hingga di luar perkiraan. Akibatnya, infrastruktur pendukung pun kedodoran melayani kenaikan permintaan ini.

"Karena masalah infrastruktur juga (menyebabkan kelangkaan) yang butuh dibangun 2-3 tahun ke depan. Karena suplai terbatas, demand besar. Makanya kita himbau jangan lah panic buying," katanya.

Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan menjelaskan, pihaknya akan segera meningkatkan kapasitas elpiji depo Plumpang dari saat ini 60.000 ton menjadi 100.000 ton.

"Tapi itu butuh beberapa bulan," katanya.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads