Penurunan Harga BBM Baru 50% Penghematan Subsidi

Penurunan Harga BBM Baru 50% Penghematan Subsidi

- detikFinance
Senin, 15 Des 2008 13:27 WIB
Penurunan Harga BBM Baru 50% Penghematan Subsidi
Jakarta - Penurunan harga premium dan solar dinilai belum optimal. Penurunan harga BBM ini baru menggunakan 50% penghematan yang dihimpun akibat penurunan harga minyak mentah dunia sejak Agustus.

Seperti diketahui, jika harga minyak mentah dunia turun, maka harga keekonomian BBM pun ikut turun. Bahkan sebelum harga premium diturunkan kembali mulai hari ini, pemerintah sudah tidak lagi mensubsidi premium. Artinya, ada penghematan dari subsidi BBM.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis di Jakarta, Senin (15/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebijakan penurunan harga BBM kali ini sebenarnya masih 50% dari penghematan yang diperoleh pemerintah akibat penurunan harga minyak sejak Agustus lalu," ujarnya.

Harry menambahkan, nilai seluruh penghematan subsidi BBM mencapai Rp 2,5 triliun. Dengan penurunan harga kali ini, maka penghematan subsidi BBM yang sudah kembali dikeluarkan sekitar Rp 1,25 triliun.

Jika seluruh dana potensi penghematan itu digunakan, maka harga premium dan solar masing-masing dapat diturunkan sebesar Rp 1.600 per liter dari harga awalnya. dengan begitu, maka harga premium bisa menjadi Rp 4.400 per liter (dari Rp 6.000), dan solar sebesar Rp 3.900 per liter (Ro 5.500).

"Walaupun baru menggunakan potensi 50%, tetapi saya sepakat dengan langkah tersebut. Sisa penghematan dapat dijadikan cadangan apabila harga minyak kembali melonjak," imbuhnya.

Dikatakannya harga minyak dunia berpotensi untuk kembali naik pada semester II-2009. "Pada semester I 2009, harga minyak mungkin akan berada pada kisaran 40 dollar AS per barel sampai 50 dollar AS per barel. Namun, bukan tidak mungkin harga akan naik pada semester II 2009," katanya.

Harry juga sepakat dengan pemerintah untuk tidak menurunkan harga minyak tanah."Jika harga minyak tanah diturunkan, maka program konversi ke elpiiji akan terganjal," ujarnya.

Apabila harga minyak tanah diturunkan, kata Harry, maka permintaan terhadap komoditas tersebut akan meningkat. "Padahal sudah ada program konversi minyak tanah ke elpiji," tukasnya.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads