Dalam paparan tertulisnya, Dirjen Migas Evita Legowo menjelaskan, pada 2010 nanti pemerintan tidak lagi menyediakan premium bersubsidi bagi masyarakat bebas.
"Pengunaan bensin RON 88 (subsidi) tahun 2010 hanya untuk kendaraan umum dan sepeda motor," katanya dalam paparan tertulis rapat kerja di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tidak akan lagi ditemukan pada 2010. Pada saat itu, premium bersubsidi benar-benar hanya bisa didapatkan oleh angkutan umum dan sepeda motor.
Namun Evita tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme pembatasan penggunaan premium subsidi tersebut. Sebelumnya, wacana yang mencuat untuk membatasi penggunaan BBM adalah dengan smart card.
Selain itu, pemerintah juga akan menggenjot penggunaan LPG pada 2010 hingga mencapai 4 juta ton per tahun. Sementara penggunaan gas to liquid untuk transportasi juga akan digenjot pada 2015. (lih/ir)











































