Pembangunan terminal LNG dengan kapasitas 3 juta ton dikhawatirkan batal akibat krisis. Sehingga dua opsi tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
"Ada perubahan, ya kondisinya diluar pun memang berubah kita antisipasi yang diatas air dan mini," kata Direktur Utama PGN Hendi Priyo Santoso usai rapat kerja dengan komisi VII di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan keberlangsungan konsorsium tetap dipertahankan, walaupun ketiga BUMN tersebut belum memutuskan berapa porsi masing-masing dalam proyek terminal LNG ini, termasuk bentuk perseroan pengelola terminal.
Rencananya terminal LNG ini akan dibangun di Banten, yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gas dalam negeri, terutama untuk bahan dasar listrik. Rencananya, sebagian besar gas yang diterima di terminal ini akan dipakai untuk kebutuhan PT PLN.
Konsorsium terminal LNG ini juga baru memperoleh kepastian pasokan gas dari lapangan gas Bontang yang dioperasikan di Kalimantan Timur. Bahkan upaya mencari pasokan lain juga masih dijajaki.
(hen/lih)










































