Demikian disampaikan Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya usai rapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/12/2008).
"Stok LPG 132.000 ton. Kalau sehari 7.500 ton, maka bisa untuk 17 hari, lah. Tapi mungkin nggak cukup sampai akhir tahun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita cari berapapun di pasar kalau cocok untuk meningkatkan stok. Buat delivery
Desember, sebanyak-banyaknya. Karena butuh tambahan," katanya.
Impor tambahan ini diperlukan Pertamina untuk menyambung ketersediaan stok elpiji sebelum pengiriman perdana impor jangka panjang dari Petredec datang Januari 2009. Petredec yang merupakan perusahan dagang asal Eropa baru saja ditetapkan Pertamina sebagai pemenang pemasok impor elpiji selama 10 tahun. (lih/rdf)











































