Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowo di sela-sela sidang paripurna DPR, di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2008).
"Saat itu, harga premium dan solar berada dibawah Rp 3000 perliter. Tapi kalau diturunkan dibawah Rp 3000, memang shock-nya akan terlalu besar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu mengapa harga BBM sekarang lebih tinggi dari itu?
Menurut Drajad, harga jual BBM sekarang ini bukan harga keekonomian seperti yang disebutkan pemerintah.
"Htung-hitungannya agak tidak masuk akal karena didasarkan pada biaya produksi Pertamina yang kita tahu berdasarkan audit BPK sangat banyak Inefisiensinya. Jadi harga ini adalah harga keekonomian plus inefisiensi," ungkapnya.
(epi/lih)











































