Harga Sembako Sulit Ikuti Penurunan BBM

Harga Sembako Sulit Ikuti Penurunan BBM

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2008 15:19 WIB
Harga Sembako Sulit Ikuti Penurunan BBM
Jakarta - Penurunan harga premium dan solar tidak akan membuat harga sembako turun secara otomatis, hal ini disebabkan karena penurunan harga yang ditetapkan tersebut masih terlalu rendah.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo di sela-sela sidang paripurna DPR, di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2008).

"Kalau masyarakat harapkan penurunan BBM akan turunkan sembako, agak terlalu jauh. Tapi kemungkinan harga sembako bisa turun mengingat harga komoditas di pasar dunia sedang anjlok," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau untuk beras dan jagung, tutur Dradjad, mungkin bisa harapkan menurunkan harga dari penurunan harga komoditas dunia. "Untuk gula masih stagnan, lagipula sektor gula di Indonesia biayanya tinggi karena revitalisasi mesin tidak jalan. Sedangkan untuk minyak goreng kemungkinan harga akan bisa turun." jelasnya.

Disamping itu penurunan tersebut ternyata tidak diimbangi dengan langkah-langkah untuk menurunkan biaya transportasi, energi dan produksi. "Ini yang menyebabkan harga-harga dalam negeri turunnya lambat. Beda kalau BBM naik, harga kebutuhan pokok naik cepat," jelas Dradjad.

Dikatakan Dradjad faktor yang membuat penurunan harga sembako bukan hanya harga premium dan solar, tapi juga biaya energi lainnya seperti listrik serta berbagai faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya ekonomi biaya tinggi di Indonesia saat ini.

"Untuk biaya transportasi baik darat dan laut masih stagnan. Selama biaya transportasi darat masih stagnan maka kita sulit untuk harapkan penurunan harga sembako," ungkapnya.

(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads