Demikian disampaikan Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya dalam keterangan pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
"Dari sisi pasokan sudah pulih tetapi untuk sampai pada recovery masih membutuhkan waktu 3 sampai 4 hari. Atas nama Pertamina mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat karena terganggu dengan pasokan LPG kami bekerja 24 jam untuk memenuhi kebutuha LPG," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebutuhan pasokan elpiji hingga akhir tahun sebenarnya mencapai 163.850 matrik ton. Pasokan ini akan dipenuhi dari lapangan Belanak, Natuna sebanyak 31.000 matrik ton, Petrochina-Jabung dan Tanjung Uban sebanyak 60.000 matrik ton. Selain itu Pertamina juga melakukan impor sebanyak 95.000 matrik ton (on site 20.000 MT) dengan kapasitas kilang Pertamina 15.000 matrik ton.
"Pada akhir Desember angka ini bertambah, ini menambah keyakinan kepada masyarakat bahwa stok aman," katanya.
Pada akhir Desember pasokan akan bertambah tambah 20% sampai 50% dari posisi stok saat ini.
Menurut Hanung, wilayah Jabodetabek sebenarnya sudah bisa dikatakan normal. Jika biasanya mobil menunggu sampai 3 hari pada 3 hari lalu, kali ini sudah tidak terlihat ada antrian lagi.
"Untuk Jabodetak sudah normal, mungkin untuk harga belum bisa normal. Memang di beberapa tempat elpiji langsung dibeli habis oleh masyarakat. Ini bisa selesai sampai 3 hari," katanya.
(hen/lih)










































