Dirut PLN Fahmi Mochtar menjelaskan, penjualan pembangkit itu masih dalam wacana untuk mempercepat pengembangan listrik nasional. Menurut hitungan PLN, pengembangan listrik nasional membutuhkan tambahan pasokan sebanyak 5.000 MW per tahun dengan biaya US$ 5 miliar per tahun.
"Itu baru menjadi wacana dalam rangka mempercepat perkembangan kelistrikan nasional yg memerlukan pembiayaan kira-kira US$ 5 miliar per tahun dengan 5.000 MW per tahun. Tentu perlu kajian yang mendalam untuk tindak lanjutnya," katanya ketika dihubungi detikFinance, Rabu (17/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga pembangkit 10.000 MW yang paling cepat selesai di 2009 adalah PLTU Labuan (2x315 MW), PLTU Rembang (2x315 MW) dan PLTU Indramayu (3x330 MW).
"Lokasi tepatnya belum ditentukan, tetapi bisa jadi yang cepat selesai duluan yang akan dikaji untuk dikonversi menjadi IPP yaitu Labuan, Rembang, Indramayu," katanya.
Selain itu PLN juga akan melelang pengoperasian dan perawatan tiga pembangkit lainnya yaitu PLTU 3 Banten di Lontar (3x315 MW), PLTU Cilacap di Jateng (2x300 MW), dan PLTU Tanjung Awar-awar di Jatim (2x350 MW).
"Kalau itu operation dan maintenance-nya yang akan kita tenderkan supaya PLN mendapatkan benchmark operator kelas dunia," katanya. (lih/qom)











































