Demikian disampaikan Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (persero) Hanung Budya, usai acara konferensi pers di Kantor Pertamina Pusat, Rabu (17/12/2008).
"Elpiji ini barang dagangan bebas, sekarang ada yang lain juga yang jual. Kita undang pemain lain untuk masuk Indonesia, kita senang supaya ada pemain lain supaya Pertamina tidak terus disalahkan. Kalau harga masuk ke keekonomian berarti sudah masuk pasar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga sampai data hari ini untuk 12 kg termasuk pajak Rp 7.250 per kilo, kita subsidi Rp 1.250 per kg," katanya.
Mengenai adanya usulan distribusi elpiji melalui pipa karena dinilai lebih efisien dan efektif, Hanung menyambut baik pemikiran tersebut. Namun kata dia, masalah jaringan pipa tergantung kemauan pemerintah.
Hanung juga menegaskan bagi pihak-pihak yang merasa kurang puas terhadap kinerja Pertamina termasuk kelangkaan elpiji, ia dapat memakluminya.
Namun dalam kondisi hari ini ketika Pertamina telah berupaya mengatasi masalah kelangkaan lalu masih ada pihak yang mengataskan elpiji kosong ia tidak bisa menerima begitu saja pendapat tersebut.
"Kalau dikatakan tidak ada elpiji 3 kg saya bilang itu naif.
Kita sudah salurkan lebih dari DOT. Memang di agen cadangan sempat kosong, sehingga sekarang sedang recovery. Tapi kalau dikatakan tidak ada 3 kg, ya kerja keras Pertamina tidak dihargai," tukasnya menjawab pertanyaan wartawan.
(hen/lih)











































