Hal ini disampaikan oleh Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Persero Hanung Budya dalam acara konprensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
"Sampai saat ini ada 14,1 juta kepala keluarga yang sudah konversi, total dari tahun 2007 dan 2008 telah berhasil sebanyak 18 juta kepala keluarga," imbuhnya.
Dengan demikian, Pertamina setidaknya telah menarik 2.050.000 kilo liter minyak tanah dan telah mendistribusikan 25 juta tabung 3 kg. Bahkan sepanjang tahun ini, sebagai dampak program konversi telah dihemat anggaran sebanyak Rp 8 triliun untuk subsidi minyak tanah.
"Kita sudah berhasil mengembangkan 30 pabrik tabung (3 kg) kapasitas per bulannya 3 sampai 4 juta tabung dan memiliki kapasitas produksi kompor. Selama setahun ini sudah ada 14 juta kompor yang di-delivery dan 1,5 juta lagi sampai akhir tahun," paparnya.
Selain itu, selama program konversi berlangsung pihaknya telah membangun 150 SPBE termasuk 600 agen elpiji 3 kg. "Ini dampak positif bagi lapangan kerja," ungkapnya dengan bangga.
Menurutnya dengan terjadinya kelangkangan pasokan elpiji saat ini telah menjadi bukti kalau pembangunan infrastruktur elpiji 3 kg berkejaran dengan kebutuhan elpiji masyarakat yang mulai meningkat.
Bahkan ia menambahkan, fenomena ini bisa dibilang sebagai dilema keberhasilan program konversi. Yaitu disisi lain program ini memberi penghematan anggaran tetapi disisi lain juga perlu upaya mempercepat saranan prasarana elpiji 3 kg.
"Fasilitas elpiji nasional sedang dibangun, team work, supply, tanker dan keagenan untuk mendukung program konversi," katanya.
(hen/lih)











































