Kebutuhan Gula Rafinasi 2009 Capai 1,85 juta ton

Kebutuhan Gula Rafinasi 2009 Capai 1,85 juta ton

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2008 09:40 WIB
Kebutuhan Gula Rafinasi 2009 Capai 1,85 juta ton
Jakarta - Departemen Perindustrian memperhitungkan perkiraan awal untuk kebutuhan gula rafinasi pada 2009 mencapai 1,85 juta ton. Hal ini mengacu pada kebutuhan gula rafinasi pada tahun 2008 yang diperoleh dari impor rafinasi dan raw sugar.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam acara breakfast meeting kebijakan industrialisasi pergulaan nasional di gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (18/12/2008).

"Sebagai patokan awal kebutuhan gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman ditetapkan sebesar 1,85 juta ton, berdasarkan data importir produsen gula 2008 sebesar 1,25 juta ton untuk industri besar dan 0,6 juta ton untuk IKM," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya rekomendasi impor hanya akan diberikan kepada industri yang memerlukan gula kristal rafinasi dengan spesifikasi khusus yaitu yang belum dipenuhi dari dalam negeri atai bagi industri yang memiliki fasilitas kawasan beikat atau fasilitas investasi.

Sebelumnya pada Agustus tahun 2008 pemerintah telah mengurangi kuota impor raw sugar sebagai bahan baku gula rafinasi sebesar 300.000 ton dan pengurangan impor gula rafinasi sebesar 200.000 ton.

Sehingga dari sisi kuota impor raw sugar pada tahun  2008 menjadi 1,375 juta ton atau setara dengan 1,25 juta ton gula rafinasi atau berkurang dari rencana produksi sebesar 1,55 juta ton  pada 2008 dan impor gula rafinasi menjadi 500.000 ton atau berkurang dari rencana impor 700.000 ton.

"Lima tahun ke depan kita harapkan  kita sudah tidak  ada raw sugar impor maupun rafinasi impor, kita tidak perlu impor dengan catatan seluruh industri gula memproduksi sesuai dengan kebutuhan," kata Fahmi.

Dengan demikian ia  mengharapkan pasokan suplai raw sugar sebagai bahan baku gula rafinasi  bagi industri gula rafinasi dapata dipasok dari dalam negeri pada tahun 2014. (hen/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads