Hal ini dikatakan oleh Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Manggabarani dalam acara breakfast meeting kebijakan industrialisasi pergulaan nasional di gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
"Swasembada gula untuk konsumsi langsung sudah tercapai," jelasnya.
Meski tidak banyak namun, tahun 2008 bisa menjadi awal proses upaya swasembada produksi gula nasional, mengingat pada tahun 2007 lalu Indonesia masih defisit 40.000 ton GKP yaitu dari produksi 2,66 juta ton tetapi kebutuhan mencapai 2,7 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sasaran jangka menengah yaitu 2010 sampai 2014 dilakukan langkah pengembangan pabrik gual baru dan dan pengambangan industri berbasis gula.
"Sasaran jangka panjang 2015-2025 mempertahankan swasembada gula dan memposisikan eksportir gula," jelasnya.
Dijelaskan pada tahun 2008 telah terjadi kelebihan pasokan gula rafinasi, namun pemerintah, lanjut dia, telah mengambil langkah pengurangan produksi gula rafinasi sebanyak 300.000 ton dari 1,55 juta ton menjadi 1,25 juta ton. Serta penurunan alokasi impor untuk industri mamin (rafinasi) sebesar 200.000 ton daro target semula
700.000 ton.
Stok GKP 5 Bulan Pertama Aman di 2009
Pasokan gula nasional tahun 2008 sebesar 4,53 juta ton ditambah dengan stok awal sebesar 1,35 juta ton maka pasokan gula nasional sebesar 5,88 juta ton pada 2008.
"Kebutuhan gula nasional tahun 2008 terpenuhi dengan adanya stok GKP 1,1 juta ton dan stock GKR (Gula Kristal Rafinasi) 89.000 ton. Stock GKP digunakan sebagai buffer stock cukup untuk 5 bulan konsumsi di 2009," paparnya. (hen/ir)











































