Chrysler Stop Produksi Sementara

Chrysler Stop Produksi Sementara

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2008 10:56 WIB
Chrysler Stop Produksi Sementara
Detroit - Produsen otomotif AS, Chrysler LLC memutuskan untuk menghentikan produksinya sementara di tengah permintaan yang terus turun dan penantian akan bailout dari pemerintah AS.

Chrysler akan menghentikan produksinya mulai Jumat, 19 Desember 2008 selama satu bulan. Penghentian produksi selama sebulan akan dilakukan untuk pabrik di Amerika Serikat (AS), Kanada, Meksiko yang selama ini memroduksi kendaraan dengan merek Chrysler, Jeep dan Dodge.

Lebih dari 30.000 karyawan Chrysler LLC akan tetap menerima gaji penuh dan berbagai tunjangan lainnya selama penghentian produksi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghentian produksi sementara waktu ini dilakukan karena permintaan yang terus turun di tengah tekanan krisis finansial. Penjualan Chrysler pada November tercatat merosot hingga 47 persen, sementara jika dihitung dari Januari hingga November 2008 tercatat merosot hingga 28 persen.

"Sebagai hasil dari krisis finansial, pasar otomotif masih mendapat tekanan karena kurangnya kredit konsumer untuk pembeli potensial," jelas Chrysler dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/11/2008).

Pekan lalu, beberapa produsen otomotif telah mengumumkan penyesuaian yang signifikan dengan penurunan produksi pada kuartal I-2009 dan meyakinkan bahwa cadangan produksi masih sejalan dengan permintaan pasar. Chrysler pun memutuskan akan meneruskan penghentian produksi selama liburan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Seluruh operasional manufaktur Chrysler akan dihentikan sementara mulai akhir shift Jumat, 19 Desember, sehingga para pekerja tidak akan bekerja lagi paling lambat sampai Senin, 19 Januari 2009," demikian pernyataan dari Chrysler.

Chrysler dan dua produsen otomotif lain yakni General Motors dan Ford Motors yang dikenal dengan 'Big Three' kini sedang harap-harap cemas menanti dana talangan dari pemerintah AS. Meski telah mendapat restu dari Kongres AS, namun permintaan talangan hingga US$ 14 miliar untuk 'Big Three' ternyata terganjal di Senat. Gedung Putih pun kini sedang berpikir untuk menggunakan dana talangan sektor finansial US$ 700 miliar yang telah disetujui sebelumnya.

Gedung Putih tidak berkomentar atas kondisi Chrysler ini. Namun pemimpin Senat dari Demokrat menyatakan bahwa penghentian produksi tersebut berarti bahwa intervensi tidak dapat menunggu lebih lama lagi.

"Pemerintah harus segera bertindak. Saya sekali lagi meminta presiden untuk menggunakan kewenangannya dan menyediakan dana talangan kepada para produsen otomotif itu," ujar Senator Debbie Stabenor dari Michigan seperti dikutip dari Reuters.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads