Menurut pengamat perminyakan Kurtubi, kondisi pasar minyak dunia saat ini lebih lemah dari yang diperkirakan. Setidaknya ada dua faktor yang memicu pelemahan pasar minyak kali ini.
Pertama adalah penurunan permintaan yang sangat tajam akibat resesi ekonomi di seluruh dunia. Kedua adalah nilai tukar dolar AS yang masih sangat kuar terhadap euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, OPEC memutuskan untuk memangkas produksinya hingga 2,2 juta barel per hari, atau terbesar dalam sejarah kartel minyak tersebut. Penurunan produksi berlaku per 1 Januari 2009.
Sejak September, OPEC telah memangkas produksi hingga 2 juta barel per hari, dan ditambah keputusan kali ini menjadi total 4,2 juta barel per hari. Sehingga kini target produksi negara-negara anggota OPEC adalah 24,85 juta, atau turun 15% dari produksi September.
Pada perdagangan Rabu (17/12/2008), kontrak utama di New York Merchantile Exchange justru merosot hingga 3,54 dolar menjadi US$ 40,06 per barel, setelah sempat menyentuh US$ 39,88 per barel yang merupakan level terendah sejak Juli 2004. (lih/qom)











































