Produsen Pangkas Jalur Distribusi Demi Turunkan Harga Migor

Produsen Pangkas Jalur Distribusi Demi Turunkan Harga Migor

- detikFinance
Jumat, 19 Des 2008 08:26 WIB
Produsen Pangkas Jalur Distribusi Demi Turunkan Harga Migor
Jakarta - Terkait upaya pemerintah untuk menekan harga minyak goreng menjelang Natal, Tahun Baru dan Imlek, para produsen akan melakukan langkah pemangkasan jalur level distribusi. Tujuannya selain mempersingkat distribusi, diharapkan juga bisa menekan lonjakan harga menjelang Natal dan Imlek.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga saat dihubungi detikFinance, Jumat (19/12/2008).

"Langkah ini untuk antisipasi Natal dan Imlek untuk meredam gejolak harga sesaat, kita akan lakukan dalam hitungan hari ke depan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya dari hasil pantauan di lapangan harga minyak goreng curah bisa mencapai Rp 7.500 per kilo dan kemasan bisa mencapai Rp 7.800 sampai Rp 8.000 per kilo. Harga ini dinilainya cukup tinggi padahal seharusnya harga ditingkat eceran maksimal hanya Rp 6.800 sampai Rp 7.000 per kilo.

"Rupanya di pasar sekarang Rp  7.500, kemasan  Rp 7.800 padahal awal Desember harga ditingkat pabrik Rp  6.430 dan per 15  Desember kami sudah turunkan lagi jadi Rp 5.800 per kilo seharus di pasar maksimal Rp 7.000 per kilo," jelasnya.

Dikatakan Sahat, beberapa hari ke depan para produsen minyak goreng akan melakukan penjualan secara langsung ke tingkat ritel termasuk ke tingkat pasar-pasar tradisional. Meski  Sahat tidak mengatakan secara lugas, namun ia mengakui kalau cara ini bagian dari operasi pasar yang dilakukan oleh para produsen migor.

"Secara bertahap produsen akan melakukan pendekatan ke ritel-ritel, ke pasar-pasar, akan dipangkas level jalur distribusi yang tadinya 4 hanya 2 atau 1 saja," katanya.

Langkah ini, lanjut Sahat, hanyalah sifatnya sukarela saja setelah pemerintah memberikan himbauan agar produsen minyak goreng melakukan aksi semacam ini. Diharapkan lonjakan harga minyak goreng ditingkat pasar bisa ditekan ke tingkat yang wajar menjelang Natal dan Imlek. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads