Demikian penjelasan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai Sosialisasi Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009, di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais No.5, Jakarta, Jumat (18/12/2009).
Pemerintah sendiri akan meluncurkan minyak goreng dalam kemasan sederhana dengan harga yang murah. "Tujuannya yaitu untuk men menstabilkan harga minyak goreng dan meningkatkan higienitas daripada penjualan minyak goreng yang ada di pasar tradisional," ujar Mari Elka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari menjelaskan di tahun depan Minimal pemerintah berharap minimal 10 persen dari minyak goreng curah yang ada di pasaran, sudah dapat dijual dalam bentuk kemasan. "Untuk itu kami bermitra dengan pabrik minyak goreng yang ada sekarang," ungkapnya.
Saat ditanya berapa harga jual minyak goren kemasan ini, Mari belum bisa menyebutkannya. "Kami sedang mengevaluasi berapa? Karena ada harga CPO yang berubah banyak," katanya.
Sementara itu, Mari menambahkan untuk ekspor komoditi basic seperti minyak goreng akan tetap tumbuh di 2009. " Harga turun tapi orang tetap butuh minyak goreng, sehingga CPO tetap bisa diekspor. Orang juga tetap butuh batubara untuk powerplan. Jadi untuk basic komoditi dari segi volume kalau menurun tidak besar kalau dibanding manufaktur yang akan terkena penurunan permintaan," ungkapnya.
Untuk itu, Mari menyatakan pemerintah akan terus bekerja keras untuk melakukan diversifikasi pasar." Untuk Pasar CPO, teman-teman mengharapkan kita bantu dorong untuk cari pasar baru seperti Rusia dan Timur Tengah," ungkapnya. (epi/ir)











































