"Kita tetap berupaya, langkah terakhir adalah PHK, paling tidak merumahkan, kita akan meng-cut, pengeluaran, para direksi juga sepakat beberapa perusahaan kalau perlu potong gaji. Kita lakukan kecil-kecilan baru kalau terdesak pertengan tahun depan puncaknya," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12/2008).
Sementera itu Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indoneia (API) Benny Soetrisno mengatakan tahun depan potensi PHK disektor tekstil mencapai 70.000 sampai 80.000 orang dan 30.000 pada tahun yang dirumahkan dan PHK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sektor Sepatu, melalui Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko tahun depan disektor alak kaki akan terjadi PHK 30.000 sedangkan sampai akhir tahun ini telah mencapai 10.000 orang.
"Orderan masih menunggu pemerintahan Obama, masih wait and see," jelas Eddy. Sedangkan dari sisi pendapatan sektor sepatu diperkirakan akan turun 15% sampai 20% pada tahun depan.
Ketua Umum Asosiasi Sepada Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan bahwa dampak pada sektor otomotif belum berdampak signifikan sehingga tidak berimbas pada PHK namun, kata Gunadi akan ada pemotongan jam lembur/kerja sebagai bagian pengurangan produksi.
"Untuk skala besar tidak terjadi PHK, tapi kalau yang kecil itu statusnya bukan karyawan kalau ada orderan baru kerja, mungkin saja," timpal Ketua Gapmmi Franky Sibarani. Dari sisi omset tahun depan sektor makanan dan minuman diperkirakan akan stagnan dilevel Rp 350 triliun.
"ILO memang memperkirakan 650 000, tapi itu angka konservatif karena bisa lebih. Sektor kontruksi saja dari 15 juta mereka bilang ada rencana 30 persen, tapi misalnya 10 persen saja sudah 1,5 juta orang," tambah Sofjan. (hen/ir)











































