Tiga perusahaan otomotif besar di AS yang dikenal dengan 'big three' yakni General Motors, Chrysler LLC dan Ford Motor Co sebelumnya mengajukan dana pinjaman darurat hingga US$ 25 miliar kemudian turun jadi US$ 14 miliar.
Meski sebelumnya mendapat sinyal positif dari kongres AS (DPR), namun oleh senat (DPD) pengajuan dana darurat itu ditolak karena tidak mencapai kesepakatan terutama soal penurunan gaji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/12/2008) pemerintah berharap Chrysler dan GM untuk segera memakai dana tersebut. Sementara Ford meski kesulitan likuiditas masih bisa bertahan untuk saat ini.
"Jika kami membolehkan pasar dengan bebas untuk mengambilnya itu akan mengakibatkan kekacauan, kebangkrutan dan seretnya likuiditas industri otomotif," kata Bush yang memperingatkan AS akan mengalami resesi panjang jika tidak melakukan apa-apa.
Dana sejumlah US$ 13,4 miliar dari total dana yang tersedia, sudah bisa dipakai di bulan Desember dan Januari yang berasal dari dana bailout sektor keuangan senilai US$ 700 miliar untuk menyelematkan perusahaan-perusahaan di Wall Street.
Bush mengikat pinjaman tersebut selama tiga tahun dan diberikan deadline 31 Maret 2009 ke perusahaan otomotif untuk membuktikan restrukturisasi telah dilakukan untuk mempertahankan usahanya.
Bush akhirnya menyelamatkan sektor otomotif karena tidak ingin meningggalkan masalah ekonomi yang semakin pelik kepada penggantinya Barack Obama yang dilantik 20 Januari mendatang.
(ir/ir)











































