Pengaruh penurunan produksi minyak OPEC hingga 2,2 juta barel per hari yang diharapkan bisa mengangkat kembali harga minyak belum terasa.
Pelaku pasar sendiri masih ragu apakah benar semua anggota OPEC akan memangkas produksinya. Keraguan inilah yang membuat harga minyak makin tertekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama perdagangan atau intraday di hari itu, harga minyak bahkan sempat turun ke US$ 32,4 per barel yang merupakan posisi terendah sejak 9 Februari 2004.
Sebaliknya harga minyak untuk antaran Februari naik. Untuk minyak jenis light pengiriman bulan Februari naik 69 sen ke level US$ 42,36 per barel. Begitu juga dengan harga minyak di London jenis Brent North Sea untuk pengiriman Februari naik 64 sen ke posisi US$ 44 per barel.
"Harga minyak terus jatuh karena sentimen dari pelemahan ekonomi global yang sangat memberatkan," kata analis dari Sucden, Nimit Khamar seperti dilansir dari AFP, Sabtu (20/12/2008).
Banyak investor di New York menjual harga minyak untuk kontrak bulan Januari sebelum masa kontraknya berakhir. Kontrak perdagangan Februari sendiri akan mulai dipakai Senin pekan depan (22/12/2008).
Analis minyak David Evans dari Beton Market menilai harga minyak akan cenderung stabil di posisi US$ 35-40 per barel karena masih lemahnya permintaan global.
(ir/ir)











































